Jaga Rupiah, BI Rajin Pasok Dollar AS



            Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih dalam fase pelemahan secara terbatas di perdagangan ini. Dipertahankannya status layak investasi Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody's diharapkan menahan pelemahan rupiah dalam jangka pendek. Seperti dikutip dari Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp 12.013 per dollar AS. Namun hingga pukul 09.02 mata uang Garuda berada di posisi Rp 11.961 per dollar AS atau naik tipis 0,03 persen dibanding penutupan kemarin pada level 11.965.

Analisa :
            Pelemahan sepertinya masih akan hinggap di aset berdenominasi rupiah hari ini walaupun tekanannya akan jauh berkurang. Moody's mempertahankan peringkat utang Indonesia di Investment Grade dengan outlook stabil sembari menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah bukanlah alasan untuk melakukan pemangkasan peringkat.

Sumber :
            www.koran-sindo.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PT KAI Tak Mau Garap Proyek KA Bandara, Jika...



            Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengatakan, PT KAI tidak akan ikut menggarap proyek kereta api bandara Soekarno Hatta, jika proyek tersebut berbentuk Private Public Partnership (PPP). 

Analisa :
            Jika proyek tersebut digarap dengan cara PPP, artinya separuh anggaran proyek menggunakan dana APBN.  Kalau memakai APBN untuk membangun KA Bandara Soetta menurut saya prinsip berkeadilannya APBN tidak ada. Karena, dana APBN sebaiknya digunakan untuk infrastruktur di daerah.

Sumber :
            www.koran-sindo.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rupiah Terpuruk, Tarif Kereta Terancam Naik



                Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengaku, akibat pelemahan rupiah yang menembus Rp 12.000 per dollar AS, pihaknya telah menambah beban operasional sekitar 7 hingga 8 persen. Dia mengatakan, pengeluaran yang paling terdampak pelemahan rupiah ada pada biaya perawatan.

Analisa :
            Jika PT. KAI menaikan tarif untuk pengguna kereta api, menurut saya masyarakat pengguna kereta api tidak keberatan selama kenaikan tarif tersebut tidak berlebihan dan untuk perawatan fasilitas pada kereta api tsb. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama kaum wanita akan lebih nyaman menggunakan keeta api. Namun, jika pemerintah tidak mengijinkan kenaikan tarif, maka kemungkinan pelayanan atau fasilitas akan menurun.

Sumber :
            www.kompas.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Konsumsi BBM Lebih Sedikit, Motor Bukan Prioritas Pemasangan RFID



         Pemasangan alat kendali bahan bakar minyak atau yang dikenal dengan RFID (Radio Frequency Identification) pada sepeda motor kemungkinan besar belum menjadi prioritas, ketimbang mobil. “Targetnya seluruh kendaraan. Tapi kemungkinan motor kita abaikan dulu, konsumsinya enggak terlalu membahayakan,” kata Vice President Fuel Retail PT Pertamina (Persero) Muhammad Iskandar.

Analisa :
            Menurut yang saya ketahui kenaikan harga BBM bersubsidi pada Juni 2012 lalu, Pertamina mencatat kenaikan konsumsi premium 9,7 persen dibanding setahun sebelumnya. Konsumsi BBM untuk pengendara sepeda motor per unitnya memang jauh lebih sedikit dibanding mobil dan kendaraan bermotor roda empat ke atas. Namun, dari catatan Pertamina, jumlah sepeda motor yang ditargetkan dipasangi RFID jauh lebih tinggi dibanding mobil dan kendaraan bermotor roda empat ke atas.

Sumber :
            www.kompas.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemerintah Antisipasi Risiko Turunnya Ekspor Tambang



            Menteri Keuangan M. Chatib Basri menyatakan pemerintah mengambil beberapa kebijakan yang dapat mengkompensasi penurunan ekspor produk tambang. Chatib menjelaskan, Undang-undang Mineral dan Batu Bara (UU Minerba) yang akan diimplementasikan pemerintah akan berdampak pada peningkatan ekspor produk tambang yang telah diproses (processed). Namun, UU ini juga akan berisiko menurunkan ekspor produk tambang yang belum diproses (unprocessed).

Analisa : 
            Menurut berita yang saya baca, pada unprocessed akan mengalami penurunan di 2014. Hal ini tentu akan berpengaruh kepada ekspor kita. Tetapi pada saat yang sama, jangan melupakan beberapa kebijakan yang diambil pemerintah yang bisa mengkompensasi hal ini.

Sumber :
             www.kompas.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS